PANIKK!!! Pisang Patah Didalam Ketika Masturbasi
Aku seorang cewek berumur 17 tahun dan
masih kelas ii SLTA. Diantara teman-teman, aku mungkin paling pemalu.
Aku sering naksir cowok tapi aku takut untuk memulai hubungan. Di dalam
kamar, aku sering membayang-bayangkan wajah cowok yang kutaksir,
membayangkan bagaimana kalau bercinta dengannya, berhubungan seks
dengannya, sehingga hal ini sering membuatku sangat terangsang.
Akhirnya aku sering beronani dengan mengusap-usap vaginaku yang mungil.
Pada
awalnya sih aku hanya senang mengusap-usap clitorisku sambil melihatnya
lewat cermin yang kuletakkan sedemikian rupa sehingga aku bisa
memandangi vaginaku lewat kaca itu. Mungkin karena keseringanku
beronani dengan cara mengusap-usap bagian luar vagina dan clitoris
lama-kelamaan aku kurang puas jika hanya meraba clitoris, tanganku
mulai merambah daerah di bawah clitoris, meraba-raba bibir vaginaku
yang mungil kemerahan dan ternyata rasanya lebih nikmat meskipun geli
sekali. Kadang-kadang bibir itu aku buka dengan tangan kiri dan jari
tangan kananku masukkan pelan-pelan ke dalam lubangnya, pada awalnya
sih terasa sakit tapi lama-kelamaan nikmat sekali, aku putar-putar
jariku dalam lubang sambil sesekali aku memasukkan dalam-dalam berusaha
meraih tonjolan yang berada di ujung lubang vagina dan rasanya selangit
deh rasa-rasanya aku ingin memasukkan jari ini dan menggerakkan keluar
masuk secara cepat, terpikir olehku bagaimana rasanya kalau yang ada di
dalamnya adalah sebuah penis yang bergerak keluar masuk. Tak terbayang
bagaimana rasanya. Tapi aku belum berani melakukan hubungan seks dengan
lelaki aku takut kalau hamil dan aku juga belum punya pacar.
Karena
keenakan hampir setiap hari aku beronani terkadang aku berpikir, aku
hyperseks tapi biarin deh yang penting nikmat. Karena seringnya
beronani maka pada saat di kamar terkadang aku sengaja tidak mengenakan
celana dalam dan hanya mengenakan kaos dan rok atau hanya mengenakan
daster sehingga aku bebas meraba vaginaku. Sewaktu mengganggur
sendirian di kamar aku sering memandangi vaginaku lewat kaca cermin
sambil membersihkannya dari cairan-cairan atau merapikan rambut-rambut
kemaluanku yang mulai panjang, bahkan aku menyediakan waktu khusus
untuk merawat vaginaku.
Suatu saat aku bangun pagi-pagi sekali
dengan kondisi sangat bernafsu, memang nafsuku sangat tinggi pada
hari-hari menjelang haidku datang atau pada beberapa hari setelah haid,
padahal sebelum tidur aku telah beronani, pagi itu aku bingung mau
bagaimana antara ingin memuaskan diriku sendirian atau berhubungan seks
karena malam itu aku mimpi berhubungan seks dengan seseorang. Kemudian
aku keluar kamar untuk pergi ke kamar mandi ingin pipis dulu, saat
lewat di ruang makan aku melihat pisang yang ada di atas meja makan
sisa tadi malam. Tanpa pikir panjang aku mengambil pisang itu satu dan
aku bawa masuk ke kamar. aku langsung rebahan di atas tempat tidur dan
memulai beraksi. Aku meraba-raba vaginaku, sebentar saja vaginaku sudah
sangat basah, dan aku melepas daster yang kukenakan sehingga aku
langsung telanjang bulat karena aku hanya mengenakan daster. Pada saat
itu aku tidak bisa menceritakan bagaimana rasanya nafsuku benar-benar
tinggi. Jari-jariku dengan liar merambah seluruh bagian vaginaku,
bahkan sampai clitorisnya aku pencet-pencet hingga nikmatnya luar
biasa. Kalau biasanya hanya satu jari yang kumasukkan ke liang vagina
maka sekarang dua jari aku masukkan bersamaan dan rasanya memang nikmat
sekali sampai sampai seluruh badanku tergetar keenakan.
Kemudian
kuambil pisang yang tadi aku ambil dari meja makan. Aku kupas dan
kemudian kumasukkan ke dalam vagina sambil membayangkan bahwa itu
sebuah penis, saat mulai masuk nikmat sekali kemudian setelah separuh
lebih masuk dan dibiarkan di sana dalu sambil menikmati bagaimana
rasanya. Kemudian pisang itu kugerakkan keluar masuk secara pelahan,
rasanya nikmat sekali dan pisang itu aku gerakkan terus keluar masuk
dengan tangan kanan sementara tangan kiriku mengusap-usap clitorisku
yang menonjol kemerah-merahan. Sambil terus menggerakkan pisang itu aku
berpikir kenapa tidak dari dulu kugunakan benda ini kalau rasanya
sangat nikmat begini, beberapa saat kemudian terasa olehku seperti
ingin pipis yang tertahan dan nikmat yang luar biasa itu tandanya aku
segera akan orgasme dan benda itu aku gerakkan dalam-dalam, ya ampun
nikmatnya dan akupun orgasme dengan pisang yang sepertiga masuk ke
dalam vagina, aku sangat menikmati orgasme ini dan aku biarkan pisang
itu ada di sana dan tanganku pelan-pelan meraba-raba kedua payudaraku
yang tidak pernah terjamah saat aku onani karena aku lebih tertarik
pada vaginaku, kuusap-usap putingku pelahan sambil menikmati kenikmatan
yang tiada taranya ini.
Setelah puas kutarik pisang itu
pelan-pelan tapi pisang itu patah separuh dan yang separuhnya masih ada
di dalam vaginaku, setengah panik aku berusaha mengeluarkan separuh
bagian pisang itu dengan tangan tapi tak berhasil malah pisang itu
makin masuk ke dalam. Aku sangat bingung harus bagaimana, padahal hari
ini aku juga harus ujian sekolah, aku langsung masuk ke kamar mandi dan
dengan selang air aku berusaha menyemprot vaginaku dengan air biar
pisang itu keluar, tapi tak berhasil juga malah bibir-bibir vaginaku
menciut karena kedinginan, mau bilang pada Mama aku malu setengah mati.
Akhirnya kuputuskan untuk ke rumah sakit setelah ujian nanti dan akupun
bergegas berangkat ke sekolah. Setelah selesai berpakaian dan dandan,
aku mencoba berjalan tapi ya ampun terasa ada sesuatu yang menganjal di
dalam vaginaku, maka cara berjalankupun lucu aku tidak bisa berjalan
dengan langkah biasa karena ada pisang dalam vaginaku.
Sesampai
di sekolah aku takut kalau teman-temanku tahu ada sesuatu yang tidak
beres dalam vaginaku, pelan-pelan aku jalan dengan langkah yang aneh.
Sesampainya di depan kelas banyak teman yang memperhatikan langkahku
bahkan ada yang bertanya kenapa Rien kok langkahnya kayak robot? aku
diam saja sambil tersenyum kecut. "lecet ya kakinya?". Untung dia
menebak dulu dan tinggal aku iyakan. Saat dudukpun aku bingung soalnya
saat dipakai duduk pisang sialan ini sangat terasa kalau mengganjal dan
aku juga khawatir bagaimana kalau nanti pisang ini keluar dan terjatuh
saat aku sedang berjalan malu kan?
Akhirnya aku mengerjakan
ujian dengan tidak konsen dan segera ingin pulang. Saat pulang karena
sangat tidak enak saat dipakai berjalan aku naik becak, hatiku
ragu-ragu untuk ke rumah sakit, Bagaimana nanti aku bilang pada dokter
atau perawat? duh malunya! Akhirnya kuputuskan untuk pulang saja.
Sesampai di rumah aku lepas semua pakaianku, aku coba lagi mengeluarkan
pisang itu tapi ternyata sulit sekali akhirnya karena kelelahan aku
tertidur dengan kondisi telanjang dan kaki yang mengangkang karena
posisi itulah yang paling nikmat.
Sore hari, aku terbangun dan
berusaha lagi mengeluarkannya setelah makan siang yang terlambat. Aku
berdiri dengan setengah berjongkok sehingga vaginaku terbuka lebar dan
jari tangan kananku mencoba mengeluarkannya sementara tangan kiriku
berpegangan pada tempat tidur biar tidak jatuh. Tapi sia-sia saja usaha
ini karena jari-jariku sulit menjangkaunya, akhirnya karena setengah
putus asa aku gunakan sebuah sumpit mie ayam untuk mencoba
mengeluarkannya. Dengan posisi yang sama pelan-pelan kumasukkan sumpit
itu pelahan dan setelah terasa sampai di pisang aku songkel pelan-pelan
pisang itu karena terasa agak sakit. Pelan-pelan terasa olehku kalau
pisang itu akan keluar kemudian tangan kiri aku gunakan untuk membuka
bibir vaginaku biar pisang itu mudah keluar. Dan akhirnya...,
telepok..., pisang itu keluar dan terjatuh di antara kedua kakiku, lega
sekali rasanya. Ketika aku melihat pisang yang sudah jatuh itu aku agak
geli juga benda itu bentuknya sudah tak karuan dan baunya juga sudah
tercampur dengan bau vaginaku, setengah hari dia berada di dalam
vaginaku dan membuatku kebingungan setengah mati. Kemudian aku buang
pisang itu dan aku ke kamar mandi untuk membersihkan vaginaku dari
sisa-sisa pisang.
Akhirnya aku kapok menggunakan pisang untuk
beronani dan kemudian aku berencana untuk membeli sebuah dildo (penis
buatan) untuk beronani. Dan aku sarankan buat teman-teman cewek kalau
kalian ingin beronani dan akan memasukkan sesuatu benda yang menyerupai
penis ke dalam vagina kalian jangan menggunakan pisang. Kalaupun akan
menggunakan pisang gunakan yang masih mentah (hijau) karena masih keras
dan tidak mudah patah kemudian gunakanlah secara pelan-pelan dan
hati-hati agar tidak patah. Dan kalau cairan vaginamu sangat banyak
jangan menggunakan pisang meskipun pisang mentah karena cairan yang
banyak akan melembekkan pisang itu dan membuatnya cepat patah.
TAMAT